Menikmati Sepak Bola, Menikmati Kehidupan

"Saya lahir dalam sepak bola, saya amat menikmati hidup ini" begitu ujar Max Timisela, mantan tokoh persib bandung sekaligus tergabung di menjimbit nasional Indonesia pada tahun 1965. Pria berdarah Ambon terkait lahir di Cimahi 7 juni 1944. Pada jamannya, dikenal sebagai seorang striker yang handal serta lincah.

Dia tampil livescore skor hari ini dalam tunggal generasi bersama legenda sepak bola Indonesia yang lain, yaitu Sutjipto Soentoro. Max sangat menghormati Persib Bandung. Pada dirinya sudah bukan sanggup bermain sepak bola lagi, ia tetap mendedikasikan tenaganya bagi klub yang memperbanyak dirinya itu. Rapi Encas Tonif, Adjat Sudradjat, dan Risnandar, yang kesemuanya merupakan mantan bintang Persib, Max dipercaya sederajat pemandu bakat bagi Persib. Selain sebagai pemandu bakat untuk Persib, pekerjaan Max adalah sebagai pengarsip dokumen bagi Persib. Ia membuat kliping bagi persib bandung. Mengumpulkan berita-berita yang menjadi dokumentasi perjalanan klub sepakbola keluhuran masyarakat Bandung tersebut. Ia sangat menjumpai pekerjaannya itu. Satu hal yang mampu dikatakan sebagai hal paling menarik seputar karirnya sebagai tokoh bola adalah, begitu Werder Bremen, klub sepakbola asal Jerman, menyatakan tertarik buat membeli Max Timisela.



Hal itu wajar fenomenal, dia benih jadi pemain Indonesia pertama yang permainan untuk Liga Eropa. Tapi kesempatan tersebut raib. Bung Karno melarang Max guna bergabung dengan union Eropa. Max diminta untuk tetap permainan di Indonesia, menyemaikan sepakbola tanah air. Max tidak kecewa akan hal itu. Sira adalah tipe pemain dengan karakter secara jarang ditemui guna saat ini. Dia terlihat tidak peduli beserta gelimang uang atau sederet prestasi mengkilap. Susah dimengerti, namun demikian begitulah legenda bola kita yang satu ini. Max Timisela sangat menikmati hidupnya bersama sepak bola. Itu cukup baginya.