Dari Gokart, Gerhard Lukita Kini Jajal Seri BMW

Muda dan berbakat. Itulah gambaran yang cocok disematkan kepada salah satu pembalap besutan ABM Motorsports, Gerhard Lukita. Meski usianya baru saja menginjak 15 tahun, namun sejumlah prestasi dari lintasan aspal pernah diraihnya sejak duduk di bangku SMP.

Mengawali karier di trek gokart saat berusia 10 tahun, membuat ia makin jatuh cinta kepada dunia balap. Terlebih, sang ayah Jimmy Lukita telah terlebih dahulu terjun dan menjadi salah satu tokoh balap senior di Tanah Air.

Dengan dukungan dari orangtua, karier cemerlang Gerhard pun berlanjut, kini ia makin mantap menjajal trek yang sesungguhnya dengan memacu mesin roda empat. Tahun 2015 menjadi langkah awal bagi Gerhard dengan turun pada ajang Indonesian Sentul Series of Motorsports (ISSOM).

“Waktu kecil memang sudah suka sama game balapan. Usia 10 tahun saya sudah dikenalkan dengan gokart. Kemudian usia 12 tahun makin jadi hobi sampai sekarang terjun ke lintasan besar dengan mobil besar pula. Tapi sempat vakum sebentar karena sekolah. Nah, sekarang turun lagi di ISSOM sejak awal 2015," kata Gerhard kepada heibogor.com, Minggu (23/08/15).

Tidak sekadar hobi, balapan pun bagi Gerhard menjadi sebuah ladang untuk menghasilkan prestasi di luar nilai akademis. “Ada kepuasan batin jika kita naik podium. Prestasi yang pernah diraih sejak mulai gokart, jika tidak juara 1, pasti juara 2 atau juara 3. Intinya naik podium,” kata Gerhard, lalu tersenyum bangga.

Dia mengaku, untuk prestasi di ajang balap mobil memang belum seindah gokart. “Di balapan mobil besar ini kan saya masih baru turunnya. Cari jam terbang dulu, evaluasi setiap race dan lain-lain,” imbuh pria kelahiran Jakarta, 4 Mei 2000 itu.

Meski ISSOM 2015 ini sebagai ajang pencarian jam terbang, namun untuk persiapan Gerhard bisa dibilang sangat serius. “Persiapan ISSOM serie ketiga ini tentunya mulai latihan hingga merapikan mobil agar siap turun. Soalnya di serie kedua kemarin sempat ada insiden tabrakan. Mudah-mudahan sekarang lebih siap,” terangnya.

Pada ISSOM 2015 serie ketiga ini, Gerhard akan menggunakan mobil BMW E63 tahun 1996 di kelas ETCC 2000 dan kelas Super Touring Championship. “Orangtua juga memberikan advice berupa ilmu di lintasan balap, strateginya dan lain-lain,” katanya.

Gerhard berpesan, bagi remaja lainnya yang memiliki hobi di dunia balap untuk tidak melakukannya di jalan raya. “Daripada ngebut di jalanan, lebih baik berprestasi di sirkuit karena lebih aman dan tidak mengganggu orang lain,” pungkasnya.

Sumber: kuliner bogor, hotel bogor, berita bogor