Inikah Muka Sepak Bola Indonesia?

Beberapa hari dengan lalu, penulis membaca berita dari satu media online. Kop berita itu menggelitik rasa ingin tahu penulis karena terasa ada sesuatu yang aneh tapi transparan. Bagaimana mungkin seorang pemain yang sungguh resmi pindah dan bermain bagi uni lain masih dianggap pemain resmi koalisi sebelumnya? Judulnya merupakan Umuh Muchtar: Sergio van Dijk Sedang Pemain Persib (link ).

Dalam tuturan itu dikatakan bahwa meskipun SvD teka hengkang dan menyandingi Sepahan FC pada Liga Iran, namun Umuh Muchtar berpendapat bahwa SvD tetap resmi berstatus tokoh Persib. Hal itu dikarenakan masih memilikinya beberapa hal secara belum ditanda-tangani oleh Umuh agar proses kepindahan SvD sebagai sah. Bahkan Umuh kembali menyatakan bahwa akan ada efek hukum yang dialami oleh SvD jikalau tetap bermain dalam klub lain.

Dan lalu berita bola terkini, jikalau masih tersedia beberapa hal dengan belum selesai prosedurnya dan belum ditanda-tangani Umuh untuk validitas, mengapa Sepahan FC sudah mengumumkan SvD pemain mereka? Bahkan Sepahan FC sudah biasa memainkan SvD pada Liga Iran. Segala sesuatu Sepahan FC & SvD tidak memahami prosedur perekrutan pemain? Hahahaha...

Penulis sedikit pun tidak mengerti dan tidak memahami ide yang diutarakan sama manajer Persib Bandung tersebut. Jika Sepahan FC sudah mengurung kontrak selama 18 bulan, berarti SvD sudah resmi jadi pemain Sepahan FC, bukan pemain pinjaman dari Persib dan juga bukan tokoh resmi Persib lagi. Itu berarti, tidak adalagi ikatan seremonial antara SvD dan Persib Bandung.

Masih di media online yang sama, pada Kamis 19 Desember 2015, disebutkan bahwa Sepahan FC telah ritualistis merekrut striker Indonesia berdarah Belanda, Sergio van Dijk. SvD menandatangani kontrak sepanjang 18 bulan, lalu Juni 2015, dengan raksasa Iran tersebut (link ).

Laksana diketahui bersama, SvD meninggalkan Persib sehabis terjadi perselisihan tersekat sponsor. Terlebih juga SvD juga ingin tampil di Permufakatan Champion Asia, zat hal yang tidak mampu dipenuhi PSSI malahan oleh Persib, sebab klub Indonesia hanya mendapat jatah buat berlaga di AFC Cup.



Apa secara diutarakan oleh Umuh Muchtar, Manajer Persib Bandung, seakan merintis fakta bahwa menyerupai inilah pemahaman dengan dimiliki oleh pengarah klub-klub di Nusantara terkait transfer pemain. Jangan-jangan, Asri Buncit yang sudah pindah ke Sriwijaya FC pun masih dianggap pemain resmi Persib Bandung.

Dan jadi pertanyaan besar, sungguh dengan pemain aneh yang berlaga dalam liga Indonesia, apakah transfer mereka segala sudah memenuhi garis haluan dan dilengkapi dengan ITC? Atau... yang penting direkrut dulu dan bermain, mengenai keabsahan dokumen hendak diurus sambil pertandingan berlangsung?