Saudagar Baju Muslim Mulai Diserbu Pelanggan

Bulan Ramadhan tinggal menghitung tarikh, berkah kalendar suci ramadhan tak sama sekali dirasakan per para pedagang buah sekadar, namun turut juga dirasakan oleh penjual busana Muslim, minat warga terhadap aksesoris Ramadhan sungguh tinggi. Pada Kota Pangkalpinang, Bangka Kerang baju Muslim serta ransum shalat merupakan komoditi yang paling laris di kaum pasar juga pertokoan sedari diburu pelanggan.

Iwan Setiadi (32), khilaf seorang penjual busana Muslim mengaku, restu masyarakat akan busana Muslim sudah mulai menunjukkan peningkatan sepekan sebelum masuknya Ramadhan. Setiap harinya semakin timbul, membuat omzet penjualan beta meningkat lalu 40 kian persen dibanding hari biasa. Dalam sehari dirinya bisa mendapatkan penjualan hingga Rp 5 juta lebih.

Unsur ini terjadi setiap tahunnya menjelang Ramadhan, diantaranya dengan paling laku adalah perlengakapan shalat. “Yang paling banyak diinginkan adalah mukena, kain menyarung dan sajadah, ” ujar Iwan kala ditemui, Minggu (01/6).

Menurut nya, permintaan suku selama Ramadhan diperkirakan tidak akan mengalami penurunan bahkan dengan mencapai puncaknya sehari menjelang Idul Fitri. Waktu ini rata - rata ia menjual jilbab dengan beraneka ragam merek seharga Rp 40 ribu terlintas Rp 90 ribu bagi buah, sementara baju Muslim mulai Rp 75 ribu hingga Rp 300 ribu.

Sementara baju hijab murah dijual secara harga lilitan Rp 45 ribu terlintas Rp 1, 5 juta tergantung rancangan dan species kain. Bagi pembelian pada beberapa bagian, pada umumnya penjual kekar memberikan potongan harga yg banyak.

Masalah yang sama saja dikatakan Sutrisno (35), pedagang busana Muslim ini menyampaikan, permintaan pakaian muslim anak sudah mumbul sejak seminggu yang kemudian. Permintaan tidak hanya visibel dari bangsa Kota Pangkalpinang saja tetapi dari beraneka ragam daerah lainnya seperti Toboali, Muntok, dan Koba.

Bagi yang dari luar daerah, permintaan paling tinggi datangnya saja dari pedagang eceran. Baju muslim yg mereka pesan itu bisanya untuk dijual kembali. Kecuali busana Muslim, penjualan jilbab pun pun tak rontok padatnya buat diserbu para pembeli, lazimnya para pemesan berasal daripada ibu - ibu serta para akil balig mulai dari jilbab paris, pashmina, dan bros dan aksesorisnya untuk jilbabnya.

Sementara ini, seorang pembeli, Ibu Ruhaini (37) mengungkapkan, dirinya mengerjakan busana Muslim untuk anak-anaknya. Dia menunjukkan, jika dari awal bukan dipersiapkan, mutu - harga akan tambah melambung