Penantian Jodoh

Penantian Jodoh

Menanti jodoh merupakan sesuatu yang mendebarkan. Apalagi jika batang usianya sudah meninggi. Rasa was-was, cemas dan harap datang silih berganti. Bagi perbendaharaan siang dan malam.

Namun, ada pula yang salah dalam menanti jodoh. Yakni mereka yang menggunakan jalur 'tidak resmi' pacaran untuk mendapatkannya. Betapa tidak, mereka umbar rasa suka dan cinta mereka kepada lawan jenis dengan cara yang salah. Karena kita tahu secara bersama bahwa pacaran diharamkan dalam Islam.

Cinta memang suci dan fitrah. Ia lahir dari tiap diri manusia tanpa mereka undang. Cinta itu bukan milik kita. Ia hanya datang tanpa kita tahu sebabnya. Tetiba saja ia menjadi bagian dari kita. Inilah hikmah yang diberikan Allah SWT kepada manusia dan segala ciptaannya di muka bumi.

Persoalan cinta dan jodoh memang bentuk keyakinan tersendiri dalam hati dan pikiran kita. Bahwa Allah SWT telah mengatur semuanya. Kita hanya butuh sebuah usaha untuk menggapai jodoh tersebut.

Tapi, usaha kita juga tidak sembarang usaha. Jangan menggunakan jalan maksiat dan kemungkaran hanya untuk menyalurkan hasrat kita.

Menanti jodoh hendaknya bagai kita menanti rezeki. Karena jodoh dan rezeki sudah diatur oleh Allah.

Penantian jodoh yang paling bagus adalah dengan memantaskan diri kita. Berusaha menjadi pribadi yang baik semaksimal kemampuan kita. Karena, yang kita harap adalah jodoh yang baik-baik. Tentu, yang baik akan berpasangan dengan yang baik. Maka jadilah orang yang baik, maka yang baik akan datang menghampiri dan merindui kita.

Banyak yang menyatakan jodoh adalah cerminan diri kita. Dan hal itu adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa kita sangkal. Urusan perjodohan memang bukan perkara yang gampang. Ia butuh praktek untuk melaksanakannya.

Jodoh itu sakral karena menyangkut kebahagiaan kita di dunia. Sebagaimana dikatakan bahwa pernikahan akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kasih sayang di dalamnya.

Di dalam Islam pun dengan tegas disampaikan bahwa siapa yang telah menikah berarti ia telah memenuhi setengah agamanya. Dan hendaknya ia bertakwa dari setengahnya lagi.

Jodoh yang kita nanti hingga terwujud dalam ikatan pernikahan, akan menjadi peredam bagi kita untuk tidak maksiat. Akan menjadi sarana bagi kita untuk saling ingat mengingatkan.

Dan terlebih lagi, masih ada cita-cita mulia dan panjang dari penantian jodoh yang baik itu, yakni kita ingin agar dipersatukan dalam jannah, surgaNya Allah SWT. Sebuah bentuk cinta kasih yang kekal di dunia maupun di akhirat. [muebles-de-oficina]