Distribusi benih part 4

Distribusi benih part 4

Proses Pemeriksaan di lapangan dilakukan sebanyak 4 kali, meliputi:

1.    Pemeriksaan lapangan pendahuluan

Penangkar mengajukan pemberitahuan perbanyakan benih dilampiri permohonan pemeriksaan lapangan pendahuluan. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum pengolahan tanah hingga sebelum tanam yang meliputi:

a.         Kebenaran nama dan alamat penagkar

b.         Kebenaran letak dan situasi areal

c.         Sumber benih, sejarah lapangan dan isolasi

d.        Kebenaran batas areal sesuai dengan peta lapangan

e.         Saran-saran untuk kelancaran proses sertifikasi

2.      Pemeriksaan fase vegetatif

Dilakukan pada fase vegetatif yaitu ±30 hari setelah tanam atau ±50 hari setelah tebar (untuk pertanaman dengan sistem tebar langsung) Pemeriksaan meliputi:

a.    Tipe pertumbuhan

b.    Kehalusan daun

c.    Warna dan lebar daun

d.   Warna lidah daun

e.    Warna telinga daun

f.     Warna pangkal batang

g.    Tinggi tanaman

h.    Keadaan pertanaman

i.      Keadaan gulma

j.      Ada tidaknya campuran varietas lain (CVL)  dan tipe simpang

3.      Pemeriksaan fase berbunga

Waktu pemeriksaan:

a.    Malai sudah tersembul dari daun bendera, sekam mahkota sudah terbuka dan benang sari tampak memutih.

b.    Tanaman berbunga lebih dari 5% atau pada saat malai tersembul lebih dari 80% (±30 hari sebelum saat panen).

Pemeriksaan meliputi:

a.    Bentuk tipe malai

b.    Leher malai

c.    Sudut daun bendera

d.   Bentuk dan warna gabah

e.    Bulu pada ujung gabah

f.     Warna ujung gabah

g.    Keadaan pertanaman

h.    Keadaan gulma, hama, dan penyakit

i.      Ada tidaknya campuran varietas lain (CVL) dan tipe simpang.

4.      Pemeriksaan fase menjelang panen

Dilaksanakan 7 hari sebelum panen, dengan cara penangkar mengajukan permohonan pemeriksaan satu minggu sebelum pemeriksaan dilakukan.

Pemeriksaan meliputi  :

a.    Bentuk dan tipe malai

b.    Bentuk dan warna gabah

c.    Bulu pada ujung gabah

d.   Sudut daun bendera

e.    Warna ujung gabah

f.     Keadaan pertanaman

g.    Keadaan gulma

h.    Keadaan hama dan penyakit

i.      Ada tidaknya campuran varietas lain (CVL) dan tipe simpang