Duka

Malam sepi di ujung hitam, merangkul dingin dengan sayap
Menari bersama gelap, erlelap hingga putih di pucuk mata
Dapat kurasakan kecewa tersangkut, memecah asa hingga suara hilang
Menumpahkan airmata, mengoyak isi hati hingga biru
Pada retak kurasa hancur, merah luruh di akar dada
Hingga nyeri membengkak mata, rasa sakit menghamba pada langit
Pada duka mendera, kuikat luka di sudut mata
Memancarkan senyum topeng durjana, tersenyum luka membara hati
Hatiku ngilu tertancap belati, darahnya kering di cumbu hari
Dukanya sekarat meruah rindu, pada duka dan kecewa kutanya inikah hidup?