Goa Giri Putri Nusa Penida

Goa Giri Putri Nusa Penida

 

Pura ini merupakan salah satu Pura yang unik karena terletak di dalam sebuh goa. Pura Goa Giri Putri merupakan salah satu Pura yang ada di Pulau Nusa Penida. Sangat tepat jika Pura ini dikategorikan sebagai salah satu keajaiban dunia. Salah satu alasannya karena di ruangan di dalam goa sangat luas dan sangat indah. Pada dinding goa dapat dilihat batuan yang terbentuk oleh proses alam selama ratusan tahun dan pada ujung goa terdapat jurang yang masih alami dengan aliran sungai didasarnya.

Dalam konsep ajaran Hindu, putri yang dimaksud adalah sebuah simbolis bagi kekuatan/kesaktian Tuhan yang memiliki sifat keibuan atau kewanitaan. Jadi, Goa Giri Putri dimaksudkan tempat bersemayamnya kekuatan/kesaktian Tuhan dalam manifestasinya berupa seorang perempuan/wanita cantik yang disebut Hyang Giri Putri yang tiada lain adalah salah satu saktinya dan kekuatan Tuhan dalam wujudnya sebagai Siwa.

 

Ketika sampai hal pertama yang akan kita temui adalah tempat parkir yang luas. Untuk menuju ke Pura Goa Giri kita harus menuruni tangga yang banyak. Dan setelah masuk ke goa tersebut kita harus melewati lorong yang sempit dan hanya dapat di lewati oleh 1 orang. Tak jarang kita harus menunduk sesekali untuk melewati Goa tersebut dan menuju tempat persembahyangan. Namun saat kita sampai ke tempat persembahyangan , maka kita akan melihat keindahan Tuhan. Karena di dalam Goa ini memiliki ruangan yang sangat besar bahkan mampu menampung hingga 10 ribu orang.

Jika anda berkunjung ke tempat ini dapat di jangkau dengan waktu 35 menit jika menggunakan kapal ferry. Dan melanjutkan kembali dengan menggunakan jasa rental. rental mobil bali kaskus - sewa mobil bali 12 jam . Begitu tiba di dalam Goa Giri Putri ada sebuah pelinggih atau tempat pemujaan/berstananya Tuhan dalam manifestasinya yang merupakan tempat berstananya Ida Bhatara Basuki. Setelah itu kita akan menjumpai pelinggih tempat berstananya Hyang Pasupati. Di Pelinggih inilah biasanya umat memohon pembersihan dengan cara melukat karena pelinggih ini adalah tempat persembahyngan pertama sebelum ke tempat persembahyangan berikutnya dan mulai lebih masuk ke dalam Goa Giri Putri . Melukat biasanya dilakukan oleh pemangku dengan sebelumnya memohon anugrah dari Ida Bhatara yang berstana di sana.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan di payogan (tempat berstana) Ida Bhatari Giri Putri yang terletak diatas. Untuk dapat mencapai payogan Ida Bhatari Giri Putri dengan menaiki tangga besi.

Persembahyangan terakhir adalah pelinggih Dewi Kwam In. Di sini kita jumpai patung dewi Kwam In. Sebagai tempat persembahyangan terakhir sekaligus ujung dari Goa Giri Putri dapat dijumpai pemandangan jurang yang alami dengan pepohonan yang besar dan sungai didasar jurang. Di tempat ini sangat baik untuk melakukan meditasi untuk memohon berkah dari dewi Kwam In.

Setelah melakukan persembahyangan terakhir umat dapat kembali kemulut goa dengan cara kembali melalui jalur sebelumnya. Setelah itu dapat melanjutkan perjalanan ke beberapa Pura seperti : Pura Puncak Mundi, Pura Penataran Dalem Ped, Pura Kerangkeng, Pura Dalem Bungkut, Pura Bias Muntig atau Pura-pura yang lain.

Bukan hanya umat Hindu yang tangkil, pejabat tinggi nasional juga kerap ber sembahyang di Pura Goa Giri Putri, terutama saat ada kegiatan di Kecamatan Nusa Penida. Jika tangkil ke Pura Goa Giri Putri, saat turun di pelataran parkir kemudian menyeberang jalan, pemedek langsung berhadapan dengan jalan berundak-undak yang berjumlah 110 undak. Sampai di atas, bertemu pelingih pertama Hyang Tri Purusa, berupa sebuah padmasana yang berada persis di depan mulut goa.