Sky Energy Bangun Pabrik Panel Surya di Sentul, Genjot Pendapatan

Perusahaan yang bergerak di bidang modul surya, PT Sky Energy Tbk menargetkan penjualan tumbuh 15% per tahun menjadi Rp 539 miliar di 2018 dan Rp 627 miliar di tahun 2019. Untuk itu, perusahaan merencanakan untuk menambah kapasitas produksinya menjadi 200 MW per tahun.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sementara itu, pabrik yang ada di Wanahera, Bogor saat ini masih berkapasitas sebesar 100 MW per tahun. Sehingga untuk menambah kapasitas, perusahaan mengaku tahun ini akan memulai pembangunan pabrik panel surya baru yang berlokasi di Sentul, Bogor.
PEMBIAYAAN UTANG JANUARI 2018 RP21,4 TRILIUN
“Target pembangunannya Mei atau Juni tahun ini dan rampung di akhir tahun. Tahun depan kita sudah bisa nambah sales, sehingga dua tahun ke depan kita harapkan ada peningkatan signifikan karena ada peningkatan kapasitas,” kata General Manager of Finance Sky Energy Christoper Liawan usai melakukan penawaran umum saham di Energy Building, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (20/2).
Misbakhun Yakini Prestasi Ekonomi Jokowi Bakal Lampaui SBY
Ia mengaku tahun depan produksi akan bertambah, namun utilisasi pabrik belum sepenuhnya dilakukan. Menurutnya, utilisasi akan bertahap sekitar 40%-50% terlebih dahulu. Penjualan ini, menurutnya, masih dikuasai oleh pasar lokal yakni yang sebagian besar dari pemerintah sebesar kurang lebih 60%. Sementara market ekspor ke Amerika, Kanada, dan beberapa negara Eropa lainnya masih di kisaran 36%.
Penerimaan Pajak Januari Tumbuh 11 persen
“Untuk pasar baru, pasti untuk negara Eropa karena di sana sudah tumbuh. Kalau di Asia masih belum,” lanjutnya. Sementara itu untuk capex (capital expenditure), perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 228 miliar, dengan rincian 40%-nya merupakan hasil dari penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dan 60%-nya dari pinjaman bank. “Capex itu terdiri dari Rp 110 miliar untuk pembelian tanah seluas 5 hektare, pemeliharaan gedung Rp 37 miliar, pembelian mesin Rp 81 miliar,” jelasnya.