Ada Usul PLN Dapat Kompensasi dari Kenaikan Harga Batu Bara

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara, menawarkan jalan tengah untuk menjawab persoalan ini. Ia mengusulkan pemerintah untuk membuat skema windfall profit tax atau pajak tambahan dari kenaikan harga batu bara.
Sektor jasa perdagangan dorong pertumbuhan pekerja
Tambahan penerimaan negara dari kenaikan harga batu bara akan digunakan untuk meringankan beban PLN akibat kenaikan biaya produksi listrik. Dia mencontohkan, jika harga batu bara di bawah USD 60 per metrik ton, pajak yang diberlakukan adalah normal.
´╗┐RIFANFINANCINDO
"Sementara ketika harga antara USD 60-USD 80 per metrik ton, pajak yang kenakan juga harus harus ditambah sebesar angka tertentu terhadap pajak normal. Ketika harga batu bara di atas USD 80 per metrik ton, pajaknya lebih tinggi lagi," ucapnya di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (21/2). Namun ketika harga batu bara turun, misalnya di bawah USD 50 per metrik ton, pemerintah harus memberikan insentif atau penurunan pajak. Ini dilakukan agar pengusaha bisa bertahan dan sama-sama untung.
"Untuk hitung-hitungannya, itu urusan pemerintah. Tapi saya mengusulkan seperti itu. Dengan adanya tambahan penerimaan negera dengan penerapan windfall profit, pemerintah bisa transfer ke PLN untuk kompensasi dan meringankan tambahan beban biaya pokok penyediaan PLN," lanjutnya. Dengan cara ini, pengusaha tetap menikmati harga batu bara sesuai harga pasar, PLN tak terbebani saat harga batu bara naik, dan tarif listrik dapat dijaga tetap terjangkau untuk masyarakat.
Proyek Elevated Dihentikan Atas Perintah Jokowi
Harga batu bara yang sekarang sudah di atas USD 100 per metrik ton membuat biaya produksi listrik PLN naik. Sementara pemerintah melarang PLN menaikkan tarif listrik. Karena itu, PLN meminta harga batu bara dipatok di kisaran USD 55-65 per metrik ton agar tarif listrik dapat dijaga tanpa membebani keuangannya.
Harga emas masih tertekan perbaikan indeks dollar AS
Di sisi lain, kenaikan harga batu bara merupakan berkah bagi pengusaha tambang yang setelah harga batu bara berada pada level rendah selama 3,5 tahun. Para pengusaha tambang tak mau batu bara untuk kelistrikan dihargai terlalu rendah.
Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) mengusulkan harga batu bara untuk kelistrikan dipatok sebesar USD 85 per metrik ton, lebih tinggi dari usulan PLN.