Harga Sahamnya Rp375-Rp450 Per Lembar

Christopher mengatakan, pihaknya mengincar pertumbuhan pendapatan 15 persen per tahun dengan margin laba 7 persen - 8 persen. “Margin laba pada industri modul surya tidak lebih dari dua digit,” imbuhnya. Guna mendukung target itu, jelas dia, perseroan akan menambah kapasitas produksi modul surya dari 100 MWp menjadi 200 MWp. Hal itu seiring beroperasinya pabrik modul surya yang baru, dengan kapasitas produksi 100 MWp pada tahun 2019. “Kami harap pabrik baru akan beroperasi pada tahun 2019,” kata dia.
Sektor komoditas, pelayaran dan jasa tambang jadi incaran investor asing
Pemerintah Belum Maksimal Ciptakan Lapangan Kerja
Lebih lanjut Liawan menjelaskan, untuk membangun pabrik baru tersebut, perseroan menggelontorkan dana sebesar Rp228 miliar. Rinciannya, Rp110 miliar untuk pembebasan lahan, Rp37 miliar guna pembangunan bangunan pabrik dan Rp81 mailiar untuk mesin produksi. “Pabrik baru ini akan memiliki kapasitas produksi 100 MWp pertahun,” katanya. Sementara itu, Christopher menambahkan, sumber dana belanja modal itu akan berasal dari hasil penawaran saham perdana dan pinjaman bank.“60 persennya berasal dari pinjaman perbankan,” kata dia.
Nilai Tukar Pertanian Rendah Buat Tenaga Kerja Kabur
Bursa Efek Indonesia punya keluarga baru. Pertambahan itu menyusul melantainya emiten baru, PT Sky Energy Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut akan melepas 203.256.000 lembr saham (20 persen dari modal disetor dan ditempatkan). Harga yang dipatok adalah Rp375-Rp450 per lembar. “Perseroan berharap bisa memperoleh Rp76,2 miliar hingga Rp91,5 miliar,” ujar Direktur Keuangan PT Sky Energy Indonesia Tbk, Christoper Liawan di gedung Energy Building Jakarta, Selasa (20/2/2018).
PT RIFAN FINANCINDO
Dia menjelaskan, melalui harga penawaran tersebut, price earning ratio (PER) tahun 2018 akan berada pada rentang 12,3 kali hingga 14,75 kali. Sedangkan PER industri sejenis di kawasan Asia Tenggara berada pada 24 kali. Dari IPO tersebut, perseroan mengincar pendapatan sebesar Rp539 miliar sepanjang tahun 2018 dan Rp627 miliar pada tahun 2019. Sementara itu, margin laba yang diharapkan pada tahun 2018 sebesar 7 persen dan membaik menjadi 8 persen dalam tiga tahun mendatang.