IHSG Anjlok, OJK Imbau Pelaku Pasar Tak Perlu Panik

SBY mengimbau pemerintah agar tidak bersikap panik menghadapi gejolak perekonomian yang tengah melanda Asia. IHSG turun 15,041 poin (0,25%) ke 6.020,467. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG pada pukul 14.16 WIB sempat menguat 0,16 poin ke level 3.850,47. Ini menjadi faktor penentu pergerakan IHSG, mempertimbangkan kepemilikan asing di SUN yang mencapai Rp815,38tn (44%). Saham-saham tambang memimpin koreksi bursa saham dengan anjlok lebih dari 7% dipicu rontoknya harga-harga komoditas.
IHSG pagi ini naik 10,04 poin atau setara dengan 0,18% ke level 5.717,07.Sebelumnya pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup pada level 5.707,03 dengan tambahan 19,50 poin atau 0,34% di tengah mayoritas menguatnya bursa saham Asia.Sektor dalam negeri bergerak hampir semuanya menguat, hanya sektor aneka industri yang melemah sebesar 0,17%.

IHSG ditutup pada level 3787.648, turun 18.539 points (-0.49%), dengan total value sebesar 3.1 trilyun, dimana asing net sell sebesar 141.9 milyard. Seiring dengan potensi penguatan saham dari sektor perdagangan, barang-barang konsumsi, perbankan, dan sektor terkait infrastruktur, William masih optimistis prospek IHSG melaju ke level 6.123 hingga akhir tahun ini.

Parlemen Eropa Panggil Pemimpin Facebook Terkait Manipulasi Data Pribadi
Selain itu, reksa dana saham Eastspring Investments Value Discovery juga mampu mengungguli IHSG sejak peluncurannya di 29 Mei 2013 dengan kinerja sebesar 15,49% per 30 Sept 2014. Para nasabah atau investor reksa dana panik, tidak bisa tidur. Alpino mengimbau, agar momentum penurunan IHSG ini dimanfaatkan oleh investor sebagai kesempatan mengakumulasi beli terhadap saham-saham berpotofolio dengan fundamental yang bagus.
Begitu Soeharto menyatakan diri mundur sebagai Presiden ke-2 RI tanggal 21 Mei 1998-yang diinginkan pasar dan diperkirakan bisa meredakan gelombang-tak juga menolong rupiah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 19 poin akibat aksi ambil untung di saham-saham unggulan berbasis komoditas, terutama tambang. Penurunan tajam IHSG dinilai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito sebagai dampak dari kondisi perekonomian global.
Sebagai seorang Value Investor, Anda perlu ingat prinsip Warren Buffett yang sangat terkenal BE FEARFUL when others are greedy and BE GREEDY only when others are fearful”, atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia TAKUTLAH ketika investor lain menunjukkan ketamakannya, dan TAMAKLAH saat investor lain ketakutan”. Hal ini tercermin dari melonjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta, yang merupakan rata rata tertimbang dari harga saham di BEJ.

RIFANFINANCINDO
Saat ini IHSG masih tinggi, so buat trader silahkan tik tok, buat investor ada baiknya untuk mengurangi muatannya. Kepala Riset PT AAA Aset Manajemen Siswa Rizali mengatakan, meski IHSG naik mencapai titik tertinggi baru, pemenang pad Januari 2015 adalah kinerja surat utang negara (SUN). Dari sisi eksternal, IHSG turut diuntungkan kondisi pasar saham global yang cenderung menguat, terutama di Amerika Serikat.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362 terus jatuh secara perlahan. IHSG telah beberapa kali mencetak rekor level tertinggi spanjang masa, hal ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan masih terbuka lebar dgn ditunjang fundamental perekonomian yang menarik dan stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah di 4.132.
Kemarin, IHSG berhasil rebound 42 poin, namun gagal merapat lagi ke level 4.000. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyebut, indeks saham LQ45 seharusnya punya performa lebih bagus dari IHSG. IHSG closing plus 2,87% asing net buy Rp 371 M transaksi harian tergolong normal. Dengan sentimen yang muncul sepanjang perdagangan kemarin, Purwoko memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.

Data Facebook Bocor, Indonesia Perlu UU Perlindungan Data Pribadi
Maka untuk tumbuh sekitar 5,5% dapat dihitung secara kasar jumlah dana investasi yang diperlukan untuk mencapainya. Namun, masih adanya aksi beli di sejumlah saham-saham lapis dua membuat gerak IHSG semakin fluktuatif. Jadi memang pas ketika masyarakat mengatakan bahwa Krisis ekonomi global telah terjebak pada sistem kapitalisme internasional sehingga sampai saat ini sepertinya tak ada persiapan jelas menghadapi krisis keuangan global yang berawal dari runtuhnya industri keuangan yang terjadi di Amerika Serikat.