Aksi Profit Taking Bakal Tekan IHSG Sepanjang Hari Ini

PT Bestprofit Futures - JAKARTA : Pasar saham domestik masih melanjutkan reli. Meski demikian, lanjut Wijen, investor harus mewaspadai revenue taking pada Mei-Juli hingga memasuki kuartal IV. JAKARTA, - Binaartha Sekuritas memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada help 6.445-6.457 dan resistance 6.486-6.500. Selain itu, Indeks juga dibayangi aksi profit taking setelah menguat selama tiga perdagangan terakhir. Saat ini, harga bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terdapat pola white opening bozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.

Pada perdagangan sesi I, Kamis, IHSG melemah 37,75 poin (0,96 persen) ke level three.906,14, sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun 7,33 poin (1,09 persen) ke stage 667,ninety six. IHSG BEI ditutup menguat 97,70 poin atau 1,forty eight persen menjadi 6.689,28, sedangkan kelompok forty five saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 19,33 poin (1,74 persen) menjadi 1.128,24.
Di tengah variatifnya data ekonomi yang rilis seperti: Current Account AS yang berkurang defisitnya menjadi US$ninety eight.9 miliar dari US$-104.9 miliar, Klaim Pengangguran Mingguan AS yang naik menjadi 309.000 dari sebelumnya 294.000, Current House Sales bulan Agustus hanya naik 1.7% menjadi 5.48 juta bursa AS terkena aksi profit taking pasca kenaikannya pada hari sebelumnya.
Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” tandasnya. Namun aksi jual investor asing serta rencana penerapan kebijakan tarif Pemerintah Amerika atas impor dari China yang dijadwalkan diumumkan hari ini memicu sentimen negatif di pasar. AKRA jangka pendek waspadai profit taking di 7200-7400. Sehingga, Nafan memprediksi IHSG berpotensi menguat dengan rentang pergerakan 6.291-6.335.
1. BBCA dengan target revenue taking di kisaran Rp24.200-25.400 yang memiliki dua arah masuk pembelian di stage Rp21.450 dan Rp20.250, disarankan reduce-loss pada posisi Rp19.050. Sementara pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,forty two poin atau 0,01% menjadi 6.635,75, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik zero,10 poin (zero,01%) menjadi 1.132,29.
IHSG BEI ditutup menguat 97,70 poin atau 1,48% menjadi 6.689,28, sedangkan kelompok forty five saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 19,33 poin (1,seventy four%) menjadi 1.128,24. Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik sixty nine poin atau 1,fifty two persen ke 4.665. Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 26.20 poin (+0.54%) ke four,874.50 dengan jumlah transaksi sebanyak 18.43 juta lot atau setara dengan Rp7.eighty three triliun.
Masih berlanjutnya penguatan rupiah, imbas positif bursa saham Asia, hingga asing yang kembali melakukan aksi beli mendukung laju IHSG bergerak positif. Yuganur mengemukakan, para pelaku pasar lainnya diminta untuk tetap waspada terhadap berlanjutnya aksi revenue taking yang bakal terjadi mendadak sehingga dapat menekan pergerakan IHSG ke depan. Sepanjang pekan lalu, IHSG sudah menguat lebih dari 4%. Selama Juli, penguatannya adalah 2,5%.

WWW.RF-BERJANGKA.COM
Nilai transaksi IHSG kemarin terpantau masih cukup ramai dibandingkan rata-rata hariannya dengan tercatat sebesar Rp10,8 4triliun. Enam dari 10 analis pada KONTAN memperkirakan, IHSG masih berpeluang menguat (baca Harian KONTAN Kamis, 15 Juni 2017). IHSG pada perdagangan 12 Oktober 2015 ditutup di stage 4,630.seventy one menguat 41.36 poin +0.ninety%, sangat rawan profit taking.
Hal ini menunjukan tekanan dari sisi suplai untuk melakukan aksi profit taking sekaligus menjadi indikasi bahwa penguatan semakin menipis sekaligus akan terjadi pembalikan arah. RSI turun di 70% menandakan akan ada pengaruh jual sementara di IHSG, candlestick daily bearish, namun harga masih diatas MA20 dan MA50. Masih adanya aksi jual asing dan berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah sempat membuat pelaku pasar cenderung melepas posisi namun, melihat masih cukup variatif cenderung positifnya laju bursa saham Asia dan respon positif terhadap tetapnya BI rate membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya.
Meski sempat membuat kami khawatir akan terdapatnya peluang terkoreksi terutama setelah munculnya utang hole baru di level 4.602-4.621 dan diperparah dengan terkoreksinya bursa saham Eropa serta AS yang merespons negatif rilis penurunan ISM non-manufacturing PMI dan markit companies PMI namun, ternyata IHSG dapat kembali melanjutkan laju positifnya dan seolah-olah tidak terpengaruh dengan sentimen-sentimen negatif tersebut.