OJK Prediksi Ada 164 Perusahaan Fintech Terdaftar Hingga Akhir 2018

Nurhaida menuturkan, hasil pengamatan OJK saat ini telah banyak inovasi yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan menggunakan teknologi digital. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, sebanyak 80 perusahaan sudah dipastikan merupakan perusahaan yang menghimpun dana atau investasi tanpa menggenggam izin yang jelas alias bodong. Ia selaku regulator juga meyakini bisnis fintech lending ke depan akan terus tumbuh mekar terutama mendorong pelaku untuk lebih menyasar ke pelosok-pelosok.
Nggak cuma menyusun peraturan, OJK juga sedang menyusun roadmap fintech di Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Dari angka tersebut, sebanyak 28 perusahaan fintech yang bergerak di bidang peer to see lending. Dengan menggunakan platform Fintech dari PT Pendanaan Teknologi Nusa, peminjam modal bisa mengakses kredit digital yang terjangkau dan fleksibel melalui perangkat cell.
Namun, tidak banyak Fintech yang diakui secara legal oleh lembaga resmi seperti Otoritas Jasa Keuangan. Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi mengatakan, fifty four perusahaan fintech ini terdiri dari fifty three fintech konvensional dan 1 fintech syariah. Perusahaan ini telah mendapat izin dan pengawasan resmi dari lembaga regulator keuangan Indonesia yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 September 2017 lalu.
Banyak penyedia pinjaman untuk investasi seperti financial institution maupun perusahaan keuangan berbasis fintech. Namun, apabila Anda sekadar mencari tahu informasi layanan Fintech terkini yang kredibel, Anda bisa menjadikan informasi layanan Gradana yang telah mendapat izin dan pengawasan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai referensi sebelum memutuskan untuk menjadi pengguna layanan berbasis Fintech.
Nurhaida mengklaim, dukungan OJK pada tumbuh kembangnya fintech sejalan dengan program pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ‘Digital Financial system' terbesar di Asia Tenggara pada 2020 melalui beberapa keputusan dan program pemerintah, diantaranya Strategi Nasional Keuangan Inklusi, perpres e-Commerce dan program sejenis lainnya.

Memang didominasi oleh perusahaan fintech konvensional dan satu perusahaan fintech syariah,” kata Hendrikus di Gedung BI, Jakarta. Sampai dengan saat ini, setidaknya sudah ada 54 perusahaan fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Titu begitu panggilan akrabnya menuturkan, jumlah itu termasuk temuan OJK ada sekitar forty perusahaan investasi bodong sepanjang 2016.
Seiring dengan meningkatnya popularitas Fintech, banyak perusahaan yang secara khusus membuat layanan perbankan berbasis Fintech. Berkat kehadiran Fintech, proses transaksi keuangan menjadi lebih mudah. Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, sekitar 27 fintech tersebut masih ditinjau, apakah sudah memenuhi syarat sebagai perusahaan fintech yang resmi terdaftar atau tidak.


PT REFUND
Hingga Juni 2018, OJK mencatatat ada sixty three fintech yang terdaftar dan satu perusahaan yang telah mengantongi izin dari regulator yaitu PT Pasar Dana Pinajaman atau Danamas. Dari , dibandingkan dengan perusahaan Fintech lainnya, Crowdo menawarkan solusi portofolio berupa P2P Lending dan Fairness Crowdfunding, sehingga kebutuhan pemodal untuk mendiversifikasikan portofolio investasinya bisa terpenuhi.
Ada juga startup fintech yang fokus menyediakan produk finansial, seperti kartu kredit, asuransi, dan investasi (ummi: 2016). Sebelumnya diketahui ada 44 perusahaan monetary know-how (fintech) atau jasa keuangan yang berbasis teknologi tercatat di OJK. Menurut Chandra, perusahaan fintech harus bisa mengedepankan penilaian kredit yang bertanggungjawab. Selain kepemilikan dan jajaran pengurus, OJK juga memperhatikan teknologi mesinnya.
Sebenarnya, fintech bisa mencakup segala teknologi yang digunakan untuk transaksi keuangan agar lebih mudah dan menghemat biaya dan waktu, termasuk telepon (sebagai media komunikasi) yang sudah lama digunakan. Tapi kebanyakan perusahaan contohnya financial institution yang ingin membuat digital banking atau fintech. Perusahaan fintech bernama AwanTunai bahkan mengklaim hanya butuh waktu 15 menit saja.