Bos BEI Khawatir Pernyataan Trump Soal Yerusalem Ganggu Pasar Modal RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Secara politis, menurut Harits, keputusan Trump mempertajam posisi dan eksistensi penjajahan Israel atas tanah Palestina dan Quds (Yerussalem) adalah kota kunci. Nggak hanya sampai disitu, Donald Trump kembali membuat pernyataan dengan mengatakan bahwa Kelly sedang Menstrubasi. Reagan didewa-dewakan oleh nyaris seluruh pendukung Partai Republik, termasuk Trump, yang menyitir kalimat yang dipopulerkan oleh Reagan untuk slogan kampanye pemilihan presidennya.
Mereka menilai, Donald Trump rasis. Trump menyatakan, keputusannya menandai dimulainya pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Dan Donald Trump ditakutkan bisa memberikan efek negatif terhadap perkembangan properti di Amerika Serikat. Hal ini untuk mengantisipasi pernyataan Trump yang hendak membatasi perdagangan khususnya terkait kerjasama dagang Trans Pacific Partnership (TPP).

Pada akhirnya, Trump tidak menawarkan apa-apa bagi Palestina, dan pidatonya terasa seperti dukungan hanya kepada Israel. Sebab, selain lebih mudah bagi pendukung Trump untuk bersimpati kepada warga Israel yang sebagian besar Yahudi yang dianggap berkulit putih, kuatnya xenophobia dan muslimphobia juga membuat mereka lebih mudah bersikap antagonistik terhadap Palestina yang sebagian besar penduduknya muslim.
Negeri Paman Sam, kata Trump, juga tidak bersikap terhadap standing kota suci Yerusalem, termasuk resolusi perbatasan yang tengah diperebutkan. Di samping itu, Trump juga menegaskan kembali kepada publik bahwa Amerika Serikat mendukung establishment situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif. Perjanjian Paris yang didukung dengan diratifikasi oleh Amerika dibawah Presiden Barack Obama, menuju ketidakpastian karena terpilihnya Donald Trump.
Kekuatan itulah yang akhirnya membuat pasar modal di Indonesia untuk lebih berhati-hati terhadap kebijakan dari Trump. Presiden Joko Widodo akan terbang ke Istanbul, Turki, pekan depan, guna menghadiri sidang Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang agendanya membahas pernyataan sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap Kota Yerusalem. Selain itu, lanjut Harits, keputusan sepihak Trump juga dianggap bisa mendorong munculnya reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Donald Trump beberapa jam sebelum dirinya melakukan kampanye di atas kapan induk USS Yorktown, kapal peninggalan perang dunia II yang berlabuh dekat Charleston South Carolina. Keputusan Trump berbanding terbalik dengan keputusan beberapa presiden sebelum Trump yang menolak memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem, yang berarti mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.
Trump akan mengutus Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang akan berkunjung ke Yerusalem dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah Uruguay, yang juga telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk membahas keputusan Trump, menolak keputusan tersebut. Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memperingatkan Trump mengenai konsekuensi yang berbahaya dari keputusan seperti itu, terhadap proses perdamaian, dan terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di wilayah tersebut, juga di dunia,” ujar juru bicara Abbass, Navil Abu Rudeina, dalam sebuah pernyataan setelah panggilan telepon Trump.


RF BERJANGKA
Sebagai seorang pengusaha, Presiden terpilih Trump perlu memahami bahwa investasi di energi bersih menciptakan lapangan kerja dan mengarahkan inovasi. Image caption Presiden Taiwan Tsai Ing-wen melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Donald Trump. Di luar urusan keimigrasian dan kecenderungan tindak-tanduk Trump yang bernuansa rasisme, bagaimana pun AS dan Indonesia sama-sama memiliki kepentingan untuk tetap menjaga hubungan baik.
Melunaknya Trump, mungkin terwujud setelah ia resmi jadi presiden, seturut pidato Presiden Barack Obama dalam pidato pamungkas pemerintahannya. Upaya tercela dan tidak dapat diterima ini telah dengan sengaja membahayakan semua upaya perdamaian,” kata Abbas tak lama usai Trump membuat pengumuman. Donald Trump saat ini banyak sekali melakukan aksi rasisme. Aftab Ahmad Khan Sherpaw, seorang senator dan mantan menteri dalam negeri di Pakistan, setuju bahwa rakyat Amerika tidak akan mendukung Trump.
Akhirnya dengan sekuat tenaga, Trump akan melakukan invasi ke Timur Tengah. Aoun mengatakan bahwa keputusan Trump tersebut berbahaya dan mengancam kredibilitas AS sebagai sponsor proses perdamaian di kawasan serta merusak situasi khusus yang telah didapat Yerusalem sepanjang sejarah”. Trump secara ekplisit menyatakan ketidaksukaannya terhadap imigran yang berasal dari negara-negara kurang makmur.